Skip to main content

follow us

Halo Adik - Adik...

Pada kesempatan ini Admin akan membahas materi tentang zat aditif makanan dan minuman dalam kehidupan sehari - hari.

Siap untuk belajar? Yuk baca rangkuman zat aditif makanan dan bahan kimia berikut ini.



Apakah Zat Aditif itu?
Zat aditif yang dimaksud pada pembahasan materi ini adalah pada makanan. Zat aditif makanan merupakan zat - zat yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam produk olahan makanan untuk menambah cita rasa, warna, tampilan, dan daya simpan (keawetan) dari produk tersebut.

Zat aditif makanan dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain Zat Pemanis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa dan Aroma, Zat Pewarna, Zat Antioksidan, Zat Antikempal, Zat Pengembang, Zat Pengatur Keasaman, Zat Pengemulsi, dan Zat Pengeras.


1). Zat Pemanis
Zat pemanis yang biasa digunakan yaitu gula pasir, gula merah, sakarin, madu, aspartam, sorbitol dan siklamat.

Gula pasir, hula merah, dan madu merupakan pemanis alami. Sedangkan sakarin, asartam, siklamat, dan sorbitol merupakan pemanis sintetis (buatan).

Pemanis sintetis tidak memiliki nilai gizi dan kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang menjalani diet gula maupun penderita diabetes mellitus (DM).


2). Zat Pengawet
Zat engawet dapat menghambat pertumbuhan mikroba, sehingga olahan pangan dapat bertahan lebih lama sampai masa kadaluwarsanya.

Contoh dari bahan pengawet adalah garam dapur, asm benzoat, natrium benzoat, asam asetat (cuka), natrium nitrit, asam propionat, dan asam tartrat.

Selain bahan - bahan di atas, terdapat juga bahan tambahan nonpangan yang berbahaya dan seringkali disalahgunakan oleh kalangan masyarakat luas, contohnya adalah Boraks dan Formalin.

Boraks sering dislahgunakan dalam pembuatan bakso, sedangkan Formalin sering disalahgunakan dalam mengawetkan ikan dan daging.

Kebanyakan yang menggunakan kedua bahan tersebut adalah para pedagang ikan dan daging di pasar tradisional.

Efek dari Boraks yang masuk ke dalam tubuh dapat terakumulasi di jaringan otak, hati, lemak, dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah yang banyak mengakibatkan eman, koma, depresi, apatis, dan urinaria.

Sedangkan efek dari Formalin (baik sengaja maupun tidak sengaja), akan mengakibatkan iritasi lambung, bedak becampur darah, alergi, muntah, dan kencing bercapur darah).


3). Zat Pewarna
Zat pewarna dibagi menjadi dua, yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna buatan. Zat pewarna alami merupakan zat pewarna yang terkandung dari alam (alami), berasal dari berbagai tanaman herba (daun, bunga, buah, batang, maupun akarnya).

Sedangkan zat pewarna buatan merupakan zat pewarna hasil proses kimiawi dan umumnya non-pangan (tidak layak untuk konsumsi).

Beberapa contoh bahan pewarna alami adalah:

1. Kunyit (warna kuning, mengandung Kurkumin)
2. Cabai merah (warna merah, mengandung Kapxantin)
3. Bit (warna merah, mengandung Karmin)
4. Daun suji (warna hijau, mengandung Klorofil)
5. Wortel (warna orange, mengandung Beta karoten)

Rangkuman Zat Aditif Makanan dan Minuman Beserta Contohnya

Adapun beberapa contoh pewarna buatan non-pangan (tekstil) yaitu:
1. Rhodamin B (warna merah)
2. Methanil yellow (warna kuning)

Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna buatan lebih berisiko dalam penggunaannya. Seperti mengakibatkan iritasi mata, iritasi kulit, iritasi saluran pencernaan, dan kerusakan pada ginjal.


4). Zat Penyedap Rasa dan Aroma
Zat penyedap rasa merupakan bahan tambahan makanan yang ditambahkan untuk memperkuat cita rasa makanan.

Contohnya adalah Monosodium glutamat (MSG), dikenal juga dengan vetsin yng umumnya kita kenal dalm bentuk kemasan sachet perasa ayam dan sapi.

MSG mengandung Asam glutamat dan Gamma-asam aminobutarat. Kedua senyawa ini berengaruh terhadap transmisi sinyal dalam otak. Dengan demikian, mengonsumsi MSG berlebih dapat merusak kesetimbangan transmisi sinyal daam otak dan mengakibatkan Chinesse Restaurant Syndrome (Gangguan akibat kebanyakan masakan Cina, terutama kandungan MSG).

Zat penyedap yang lain berupa zat penyedap aroma atau dikenal dengan istilah Essens. Essens merupakan bahan kimia yang sering ditambahkan dalam makanan atau minuman untuk memberikan aroma buah.

Beberapa contoh essens berbagai macam rasa buah, adalah sebaga8 berikut :

1). Etil asetat (aroma buah Arbei)
2). Etil butirat (aroma buah Nanas)
3). Oktil asetat (aroma buah Jeruk)
4). Amil asetat (aroma buah Pisang)
5). Isoamil valerat (aroma buah Apel)


5). Zat Aditif Lainnya dalam Kehidupan Sehari - hari
Beberapa zat aditif lainnya yang juga dimanfaatkan dalam kehidupan kita sehari - hari adalah :

1). Antikempal, misalnya Aluminium silikat, Kalsium silikat, Magnesium silikat, dan Magnesium oksida.
2). Antioksidan (mencegah ketengikan makanan akibat proses oksidasi lemak atau minyak) , misalnya Tokoverol (Vitamin E), Vitamin C, BHA (Butil hidroksil anisol), BHT (Butil hidroksil toluena), dan Propil galat.
3). Pengembang, misalnya Fermipan dan Soda kue (Natrium bikarbonat).
4). Pengatur keasaman, misalnya Asam sitrat dan Asam laktat.
5). Pengeras, misalnya Kalsium karbonat dan Aluminium sulfat.
6). Pengemulsi, misalnya Lisitin dan Polifosfat.

Comment Policy: Silakan berkomentar sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info