Skip to main content

follow us

Pernahkah Anda mendengar kata Zat Adiktif? Tentunya seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari - hari, terutama ketika Anda sedang belajar Materi IPA SMP/MTs kelas 8 semester 2 (genap).

Berikut adalah rangkuman materi secara umum tentang Zat Adiktif yang meliputi Depresan, Stimulan, dan Halusinogen. Anda akan sedikit lebih tahu tentang perbedaan antara ketiga golongan zat adiktif tersebut pada kegunaan dan efek yang ditimbulkannya.



A. Pengertian Zat Adiktif
Zat adiktif merupakan zat aktif (bisa berupa obat) yang jika dikonsumsi akan menimbulkan efek ketagihan (adiksi) dan ingin menggunakannya secara terus - menerus.

Zat adiktif dapat berupa produk obat - obatan, rokok, minuman beralkohol, dan narkoba.



B. Perbedaan Zat Adiktif Berdasarkan Efek yang Ditimbulkan
Berdasarkan efek yang ditimbulkan, zat adiktif digolongkan menjadi Depresan, Stimulan, dan Halusimogen.


1). Depresan
Depresan digunakan untuk mengobati rasa tertekan (depresi) dan bersifat menurunkan kesadaran.

Penyalahgunaan zat depresan mengakibatkan  hilang kendali diri, bicara kacau (ngelantur), gejala seperti orang mabuk, gangguan jantung dan pembuluh darah, serta kejang - kejang.

Contoh dari depresan adalah Heroin, Diazepam, Morfin, Nitrazepam, dan Barbiturat.


2). Stimulan
Stimulan merupakan zat aktif yang digunakan untuk merangsang sistem saraf pusat dan dapat mengakibatkan rasa riang gembira dan tidak dapat diam, tekanan darah meningkat, merusak sel - sel saraf, dan denyut jantung tidak beraturan.

Apabila zat depresan dikonsumsi terus - menerus akan menyebabkan efek berupa hipertensi (darah tinggi) dan menurunkan berat badan.

Sehingga dapat kita ketahui bahwa para pemakai depresan contohnya Sabu - sabu, Ekstasi, Kokain, dan Amfetamin berat badannya cenderung menurun dan kelihatan kurus.

Perbedaan zat adiktif depresan, stimulan, dan halusinogen beserta contohnya


3). Halusinogen
Halusinogen merupakan zat aktif digunakan untuk pengobatan bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Zat halusinogen mempengaruhi kinerja saraf pusat, yang mengakibatkan penggunanya mengalami halusinasi (berkhayal).

Penyalahgunaan zat halusinogen dapat merusak ginjal, menyebabkan kebingungan, mengganggu konsentrasi dan daya ingat.

Contoh zat halusinogen adalah Ganja, LSD (Lyseric Acid Diethyl Amide), dan LSA (Lyseric Acid Amide).

Comment Policy: Silakan berkomentar sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info