Skip to main content

follow us

Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) TV Virtual Xinhua News beberapa hari ini menjadi perbincangan dunia sains dan teknologi dalam skala Internasional,

Negara Tiongkok - China beberapa hari yang lalu telah merilis TV Virtual dengan pembawa acara (Anchor) bukan manusia, melainkan visualisasi yang menyerupai manusia (robot) lengkap dengan suara dan gerak geriknya.

Istilah Anchor (Jangkar Berita), sebenarnya mengacu pada sinonim dari Pembaca Berita (News Reader) dan Penyiar Berita (News Caster). Penggunaan Anchor ini sudah umum digunakan para penyiar berita ketika di Studio Televisi, semacam tulisan berjalan layaknya Running Text (tulisan berjalan).



Apa Inovasi Terbarunya Tiongkok?

Seperti yang dirilis oleh Perusahaan Media Massa Xinhua News yang beramatkan di Tiongkok - China tersebut menyebutkan bahwa telah berhasil mengembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) dalam bentuk Siaran Berita dalam bentuk TV Virtual.

Dalam acara siaran berita tersebut tampak seorang News Reader (pembaca berita) mengenakan Jaz hitam, duduk dengan posisi badan tegap dan memakai kaca mata sedang membawakan berita perdananya dalam Bahasa Inggris.

Pembawa Berita Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) TV Virtual Anchor Xinhua
(Modeling dari Presenter asli 
Zhang Zhao di Xinhua News


Sekilas tampak manusia seperti umumnya seorang pembawa berita. Namun siapa sangka bahwa yang membawakan berita tersebut adalah visualisasi dari Virtual TV dengan model robot yang gerakan mimik muka dan suaranya persis manusia.

Penasaran? Simak video berikut ini langsung dari Xinhua News via Channel New China TV di YouTube.



Dalam penyampaian berita singkatnya dalam Bahasa Inggris tersebut, kurang lebih terjemahannya adalah sebagai berikut:

English AI Anchor [Anchor dalam teks Bahasa Inggris]

Hallo Semuanya.

Saya adalah Pembawa Berita hasil Kecerdasan Buatan dalam Bahasa Inggris.

Ini merupakan hari siaran perdana saya di Kantor Berita Xinhua.

Suara dan penampilan saya adalah model dari Zhang Zhao, Presenter asli Xinhua News, Perusahaan Industri Media Massa untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kemajuan teknologi.

Saya akan bekerja tak kenal lelah untuk menginformasikan kepada Anda melalui ketikan teks ke dalam sistem saya tanpa ada gangguan.

Saya berharap ke depannya dapat menghadirkan pengalaman berita baru bagi Anda.


Keren banget kan...! 😁😁😁



Apa Tujuan TV Virtual Anchor Xinhua News?

China sampai mengembangkan teknologi kecerdasan buatan seperti ini bukan tidak ada alasan yang cerdas. Industri mereka sebenarnya akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dengan mengurangi tenaga kerja manusia melalaui inovasi seperti ini.



Pendapat Para Ahli Tentang TV Virtual Anchor

Profesor Michael Wooldridge Universitas Oxford memberikan sebuah saran dalam tayangan tersebut agar Presenter - presenter diusahakan tampil lebih baik lagi dan sealami mungkin.

Karena menurut Beliau News Reader tersebut masih memiliki kelemahan seperti ritme yang tidak jelas, terlalu datar dan masih belum ada penekanan vokal.

Dikhawatirkan oleh Profesor Wooldridge, jika Virtual TV ini benar - benar diterapkan di China, maka Presenter asli sebagai publik figur akan kehilangan koneksi. Masyarakat hanya melihat sebuah animasi modeling saja tanpa ada interaksi secara langsung dengan Presenter asli.

Pasti itu akan terasa menjenuhkan ya...



Kalau menurut Admin #Materikelasipa, sampai kapan pun tidak akan setuju kalau News Reader dibuat Virtual seperti itu, kenapa Anda tau?

Bukannya mendukung sepenuhnya Industri Media Massa, melainkan memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat luas untuk menjadi bagian dari Karyawan Perusahaan adalah sesuatu hal yang bagus untuk mengurangi Angka Tingkat Pengangguran,

Kita tahu, bahwa setiap tahun Lulusan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi mengalami peningkatan. Tentunya tidak 100% semuanya akan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau langsung mendapatkan pekerjaan.

Mau dialihkan ke mana jika pengangguran meningkat, namun lapangan pekerjaan semakin sempit?

Jadi, kita harus memiliki karakter yang dapat menciptakan sebuah inovasi dalam bidang wirausaha, tanpa bergantung pada lapangan pekerjaan yang dari tahun ke tahun menyempitnya semakin meraja lela. #Materiipa98

Comment Policy: Silakan berkomentar sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info