Pembahasan Struktur Penyusun Litosfer

Pembahasan Struktur Penyusun Litosfer

Pembahasan Struktur Penyusun Litosfer

Struktur penyusun litosfer bumi terdiri atas batuan dengan ketebalan rata - rata 1200 kilometer. Pada lapisan listosfer ini, kandungan yang terbanyak adalah berupa batuan padat.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa lapisan kulit bumi paling luar ini tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan Sial dan Sima.

Lapisan Sial terdiri atas silisium dan aluminium. Lapisan ini juga disebut sebagai lapisan kerak bumi.

Sedangkan lapisan Sima terdiri atas silisium dan magnesium. Lapisan sima ini memiliki berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial. Kenapa? Karena pada lapisan sima ini tersusun atas kandungan ferro-magnesium dan batual basalt.

Struktur Penyusun Litosfer
Struktur Penyusun Litosfer




Batuan Penyusun Litosfer

Batuan merupakan satu kesatuan benda padat yang menyusun kulit bumi. Batuan penyusun litosfer ini dibagi menjadi menjadi tiga macam, yaitu Batuan Beku, Batuan Sedimen, dan Batuan Metamorf.

Berikut ini adalah penjelasan ketiga macam batuan pembentuk Litosfer tersebut:


1#. Batuan Beku

Batuan beku terbentuk dari proses pembekuan magma, yang lamanya proses pembekuan ini menghasilkan beberapa jenis batuan beku, diantaranya:
a). Batuan beku korok, pembekuannya pada saluran magma.
b). Batuan beku dalam, pembekuannya di dalam kerak bumi. Contohnya batu granit.
c). Batuan beku luar, pembekuannya pada permukaan kerak bumi.


2#. Batuan Sedimen

Batuan sedimen terbentuk dari bahan - bahan hasil pelapukan, kemudian menyatu dan melekat karena proses alam (perubahan fisika dan kimia). Contonya adalah batu pasir dan batu kapur.


3#. Batuan Metamorf

Batuan metamorf disebut juga batuan malihan, yang terbentuk melalui rangkain proses perubahan struktur batuan tersebut oleh pengaruh suhu dan tekanan marmer. Contoh dari batuan jenis ini adalah batuan sabak atau batu tulis.

Batuan ini yang digunakan orang - orang jaman dahulu untuk menulis, sekarang sudah ada kertas dan pensil jadi kebanyakan generasi jaman sekarang hampir tidak mengetahui jenis batuan ini.

Terakhir diperbarui : 30 Oktober 2018 
No Comment