Kisi - kisi UN dan USBN 2019 Tingkat SMP-SMA
Pembahasan 3 Macam Tingkat Keanekaragaman Hayati Beserta Contohnya

Pembahasan 3 Macam Tingkat Keanekaragaman Hayati Beserta Contohnya

Pembahasan 3 Macam Tingkat Keanekaragaman Hayati Beserta Contohnya

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang "3 macam tingkat keanekaragaman hayati beserta contohnya". Untuk lebih jelasnya, langsung saja pahami penjelasan berikut ini.

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai Tuhan Yang Maha Esa memiliki tingkat biodiversitas yang tinggi, dengan kata lain tingkat kenekaragaman hayati yang sangat melimpah.



Apakah biodiversitas itu?

Biodiversitas (keanekaragaman hayati) adalah keanekaragaman makhluk hidup yang dibentuk dari interaksi  keseragaman (kesamaan) dan keberagaman (perbedaan) sifat atau ciri antar organisme.

Keanekaragaman dapat dilihat dari perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah, dan faktor fisiologis.

Keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman tingkat Gen, keanekaragaman tingkat Spesies (Jenis), dan keanekaragaman tingkat Ekosistem.

Berikut penjelasan mengenai tigas tingkatan keanekaragaman tersebut.



1). Keanekaragaman Tingkat Gen

Gen merupakan substansi dasar yang mengendalikan ciri dan sifat suatu makhluk hidup. Semua makhluk hidup dalam satu spesies memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama, namun komposisi atau susunan gennya berbeda.

Oleh karena banyaknya kemungkinan susunan gen pada individu dalam satu spesies, maka dapat dikatakan tidak ada dua individu yang memiliki gen sama.

Hal inilah yang mendasari terjadinya keanekaragaman individu (keanekaragaman tingkat gen).

Contoh dari keanekaragaman hayati tingkat Gen adalah warna hitam dan putih pada ikan koi, adanya buah mangga yang manis dan masam pada satu pohon mangga yang sama, adanya perbedaan warna merah, kuning, putih pada jagung, adanya keanekaragaman warna bulu pada ayam, burung, kucing, dan sebagainya. 


2). Keanekaragaman Tingkat Spesies (Jenis)

Pada variasi tingkat spesies, terkihat jelas adanya variasi bentuk, penampilan, rasa, dan variasi sifat - sifat lainnya.

Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies pada organisme dalam satu keluarga lebih mencolok, sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam spesies.


3 Macam Tingkat Keanekaragaman Hayati Beserta Contohnya
Contoh keanekaragaman hayati pada jenis sapi

Contoh dari keanekaragaman hayati tingkat Spesies adalah pada tumbuhan siwalan atau lontar (Borassus sundaica), kelapa (Cocus nucifera), Aren (Arenga pinnata), dan Pinang (Cyrtostachys renda) terdapt perbedaan bentuk batang, buah, dan tempat tumbuhnya.

Siwalan lebih cocok hidup di tempat kering, kelapa lebih cocok hidup di tepi pantai, dan aren lebih cocok hidup di pegunungan basah atau hutan. Semua jenis tumbuhan tersebut masih dalam satu famili yang sama yaitu Palmae, namun berbeda spesiesnya.


C). Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Makhluk hidup (biotik) yang beraneka ragam berinteraksi dengan lingkungan abiotik (iklim, suhu, udara, angin, tanah, air, kelembaban, cahaya, dan mineral) dan dengan berbagai jenis makhluk lainnya. Interaksi ini membentuk berbagai macam ekosistem yang bervariasi, sehingga membentuk keanekaragaman ekosistem. Setiap ekosistem memiliki keanekaragaman makhluk hidup tertentu.

Secara garis besar, terdapat dua ekosistem utama, yaitu ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (aquatik).

Ekosistem darat terbagi atas beberapa bioma, antara lain bioma gurun, bioma padang rumput (savana), bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra.

Sedangkan ekosistem perairan terbagi menjadi ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.

Apakah bioma itu? Bioma merupakan kesatuan antara iklim dominan dengan vegetasi serta hewan yang di dalam iklim dominan tersebut.

Contoh dari keanekaragaman tingkat Ekosistem adalah ekosistem padang rumput (stepa dan savana), ekosistem pantai, ekosistem hutan hujan tropik, dan ekosistem air laut. Setiap ekosistem tersebut memiliki ciri fisik, kimiawi, dan biologis tersendiri. Sehingga memberikan dampak terhadap flora dan fauna yang terdapat di dalam ekosistem tersebut pada ekosistem lainnya. #Materiipa17

Terakhir diperbarui: 12-11-2018
No Comment